Memahami Laporan Keuangan

Apa, Mengapa, Siapa dan Bagaimana?

Setiap waktu, tiap organisasi, entah itu perusahaan bermotif profit ataupun non profit, atau lebih sederhana lagi keluarga, bahkan kita sendiri sebagai individu, pasti dihadapkan pada keharusan untuk mengambil suatu keputusan keuangan. Bagi keluarga, keputusan keuangan itu bisa berupa membeli keperluan rumah tangga, membayar sekolah anak, membeli rumah dan sebagainya. Bagi perusahaan sebenarnya tak jauh beda prinsipnya, misalnya membayar gaji karyawan, membeli mesin produksi, menjual barang dagangan, membagi keuntungan dan seterusnya. Sederhananya, keputusan keuangan itu biasanya terkait dengan mencari dana, menggunakan dana, dan membagi untung atau rugi. Apapun jenisnya, keputusan keuangan haruslah diambil.

Agar sebuah perusahaan tidak keliru mengambil keputusan keuangan ada baiknya memahami dulu kondisi keuangannya. Bagaimana memahaminya? Dengan melakukan serangkaian analisis terhadap indikator-indikator kunci dari keuangan perusahaan. Sumber dari indikator-indikator inilah yang biasa kita sebut sebagai laporan keuangan. Singkatnya, laporan keuangan adalah laporan yang menjelaskan kondisi keuangan suatu perusahaan.

Biasanya laporan keuangan dibuat oleh bagian keuangan dari suatu perusahaan. Atau bisa juga di-outsource-kan kepada kantor akuntan atau konsultan keuangan. Begitu pentingnya laporan keuangan ini sehingga penggunanya selalu lebih banyak dari pada pembuatnya sendiri. Umumnya para pengguna laporan keuangan bagi perusahaan adalah Dewan Direksi, pemegang saham: pemodal internal & komisaris, investor: pemodal eksternal di pasar modal, analis pasar: perusahaan sekuritas & pengamat, kreditur: bank, lembaga pembiayaan & koperasi, kantor pajak: KPP setempat, dan publik: mahasiswa, dosen, peneliti, & masyarakat umum. Jenis-jenis laporan keuangan yang lazim digunakan antara lain adalah neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas.

 

Konsep Neraca

Rumusan neraca dapat dipahami dalam formula sebagai berikut:

Harta = Hutang + Modal

Yang dapat diklasifikasikan sebagai bagian dari harta antara lain adalah: aktiva lancar (kas, piutang, persediaan, investasi saham), aktiva tetap (gedung, mobil, tanah), aktiva tak berwujud (goodwill, hak paten). Sementara kelompok hutang biasanya terdiri dari: hutang lancar (hutang dagang, hutang bank), hutang jangka panjang (hutang obligasi) dan ada juga yang berjenis pendapatan yang diterima dimuka (pendapatan sewa, asuransi). Komponen modal terdiri dari modal saham, laba dan dividen.

 

Konsep Laba Rugi

Rumusan Laba Rugi dapat dipahami dalam formula sebagai berikut:

Laba (Rugi) = Pendapatan – Biaya

Yang dapat didefinisikan sebagai laba (rugi) antara lain adalah: laba kotor, laba operasi, laba setelah bunga dan laba setelah bunga dan pajak. Sementara pendapatan biasanya dapat dipandang dari sisi penjualan kotor, penjualan bersih (penjualan setelah diskon atau retur). Kelompok biaya biasanya: biaya atas penjualan, biaya umum dan administrasi, biaya non-operasi, biaya bunga dan pajak pendapatan.

 

Konsep Arus Kas

Rumusan Arus Kas dapat dipahami dalam formula sebagai berikut:

Arus Kas = Kas dari Aktifitas Operasi + Kas dari Aktifitas Pendanaan + Kas dari Aktifitas Investasi

Kas dari aktifitas operasi umumnya (+/-) laba bersih, penyusutan, piutang, persediaan. Kas dari aktifitas pendanaan biasanya (+/-) hutang bank, hutang obligasi, modal sendiri, dividen. Sementara kas dari aktifitas investasi bisa berupa (+/-) gedung, mobil, tanah, saham.

 

Konsep Perubahan Modal

Rumusan Perubahan Modal dapat dipahami dalam formula sebagai berikut:

Modal Awal +/- Pertumbuhan modal = Modal Akhir

Modal awal biasanya berupa setoran modal. Pertumbuhan modal umumnya bersumber dari laba bersih dikurangi dividen dan selisih akumulasi plus atau minus dari keduanya akan menjadi modal akhir.

 

Keempat laporan keuangan ini berhubungan satu dengan lainnya (interdependen) atau dengan kata lain pergerakan satu atau lebih akun dalam satu laporan akan mempengaruhi laporan lainnya. Dengan menganalisis laporan keuangan, para penggunanya akan memperoleh pemahaman yang memadai akan kondisi keuangan perusahaan sehingga mereka mendapatkan informasi yang berguna untuk membantu mereka dalam mengambil keputusan keuangan.

 

Fundamental  Laporan Keuangan

Memahami laporan keuangan akan lebih mudah bila penggunanya mampu mengenali fundamental-nya. Atau dengan kata lain laporan keuangan yang akan memberi manfaat adalah yang memenuhi kaidah fundamental tertentu. Kaidah fundamental ini sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan benar (good corporate governance) antara lain informative, transparant, accountable, reliable, complete dansatisfy users.

Informativeberarti memuat informasi dasar seperti mencantumkan nama perusahaan dengan jelas, jenis dari laporan, periode waktu laporan, ikhtisarnya jelas, runut dan tidak membingungkan.

Transparantmengandung arti disajikan secara terbuka, jujur, siap untuk diperiksa, dan berani mengungkapkan peristiwa-peristiwa tidak biasa.

Accountableadalah berkonotasi tidak menyesatkan penggunanya, dibuat oleh pihak berkompeten, memakai prinsip akuntansi yang berlaku umum, informasinya interconnected(saling berhubungan) satu sama lain, traceable(dapat ditelusuri mundur) dan vouchable(dapat ditelusuri ke depan).

Reliableartinya konsisten, diaudit oleh auditor eksternal, dapat dijelaskan, dapat dianalisis, dikeluarkan tepat waktu dan secara periodik.

Completemengandung arti lengkap atau memuat empat laporan lazim (neraca, laba rugi, arus kas, & perubahan modal), ada dalam satu periode pelaporan, dan memiliki dokumen pendukung yang lengkap.

Satisfy Usersdapat berarti memenuhi syarat kredit, dapat dijadikan acuan pengambilan keputusan, tersedia secara publik dan dapat diperoleh setiap waktu.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *