Mengenal Pemasaran

Pemasaran memegang peranan sangat penting bagi suatu organisasi, apalagi kalau organisasi tersebut bermotifkan profit. Mari kita lihat definisinya.  Menurut The Chartered Institute of Marketing,pemasaran adalah salah satu proses manajemen untuk mengidentifikasi, mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan cara yang menguntungkan.Atau lebih lugas lagi, dapat dinyatakan sebagai berikut: “produk yang benar, pada tempat yang tepat, pada waktu yang pas, dan pada harga yang cocok” (Adcock et al).

Paling sedikit harus ada dua pihak yang akan mendapatkan manfaat (baca: keuntungan) dari aktifitas pemasaran yaitu penjual dan pembeli/pelanggan. Dalam konteks pelanggan kita akan menemukan implikasi dari pemasaran antara lain: siapakah pelanggan kita sekarang (nanti)?  Apa yang mereka butuhkan sekarang (nanti)? Bagaimana kita akan memenuhinya?  Kenapa mereka harus membeli dari kita? Semua implikasi ini mau tidak mau akan menggiring kita pada “keharus-pahaman” akan konsep pemasaran yang antara lain adalah: memilih dan mentargetkan pelanggan yang tepat, memposisikan penawaran, berinteraksi dengan pelanggan, mengendalikan upaya pemasaran, dampaknya terhadap kesinambungan kinerja perusahaan. Dengan memahami dengan baik konsep ini akan mempermudah implementasi di lapangan. Upaya pemasaran akan menjadi lebih sistematis mulai dari perencanaan, eksekusi, sampai umpan balik sehingga akan mendukung secara konsisten tujuan utama dari perusahaan yaitu menghasilkan profit.

Tentu saja implementasi dari pemasaran haruslah sesuatu yang terukur, sehingga keberhasilannya benar-benar memenuhi harapan operasional perusahaan pada periode berjalan maupun masa yang akan datang. Keberhasilan pemasaran menurut Hugh Davidson (1972) dapat diukur berdasarkan kriteria sebagai berikut: menguntungkan, menyerang (daripada bertahan), terintegrasi, strategik (berorientasi masa depan) dan efektif (berorientasi hasil). Sementara itu pemasaran haruslah direncanakan sedemikian rupa sehingga setiap tahapan implementasi tidak keluar dari koridor dan tentu saja mencapai sasarannya. Proses perencanaan manajemen pemasaran dimulai dari: melakukan analisis/audit (di mana posisi kita sekarang?), menetapkan tujuan (kemana kita akan pergi?), merumuskan strategi (apa cara terbaik?), mengerahkan taktik (bagaimana kita bisa sampai ke sana?), mengimplementasikan (ketika tiba di sana), dan mengendalikan (memastikan kita tiba di sana).

Sebenarnya, secara rinci mengapakah suatu perencanaan manajemen pemasaran perlu dilakukan? Jawabannya antara lain adalah untuk mempertajam tujuan dan kebijakan perusahaan, perusahaan akan lebih siap apabila terjadi suatu kejutan, koordinasi tim akan lebih baik, bermanfaat ketika mengembangkan standar kerja pengendalian, dan orientasi berpikir manajemen  ke depan akan lebih sistematis. Namun ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan saat melakukan perencanaan manajemen pemasaran yaitu: sebaiknya tidak hanya mengandalkan perhitungan matematis dan statistik, sering sekali menggunakan judgmentlebih ampuh. Kemudian hindarkan berasumsi bahwa trend data masa lalu selalu berpengaruh ke masa depan. Apabila kita harus menarik kesimpulan berdasarkan data statistik, kita harus memastikan jumlah sampelnya cukup besar.

Pada saat merencanakan manajemen pemasaran, ada baiknya kita melakukan suatu riset pemasaran. Secara definitif riset pemasaran adalah suatu teknik sistematis dalam pengumpulan, pencatatan dan analisis data tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan pemasaran barang dan jasa (American Marketing Asscociation). Proses riset antara lain adalah: menentukan sasaran/tujuan, menetapkan problem riset, memeriksa nilai riset, membuat proposal riset, menentukan metode pengumpulan data, menentukan teknik pengukuran, memilih sampel, mengumpulkan data, menentukan teknik pengukuran, memilih sampel, mengumpulkan data, melakukan analisis, dan pelaporan final. Sementara itu teknik riset pemasaran bisa dilakukan dengan cara wawancara (tatap muka, telepon, kuesioner via pos), mengukur sikap (tentang bagaimana seseorang tahu/percaya sesuatu, bagaimana perasaan seseorang tentang sesuatu, bagaimana seseorang berperilaku terhadap sesuatu), menggunakan skala likert (sangat setuju, setuju, antara setuju dan tidak, tidak setuju, sangat tidak setuju) dan teknik-teknik lainnya.

Di samping itu tak kalah pentingnya lagi adalah dengan melakukan analisis  lingkungan dan kompetisi dalam pemasaran (SWOT-Strength, Weaknesses, Opportunities, Threat-Analysis; PEST-Political, Economic, Socio-Cultural, Technological Factors-Analysis; 5-Forces -Entrants, Supplier, Buyer, Substitutes, Competitive Rivalry-Analysis). Selanjutnya yang sangat populer dalam pemasaran adalah The 4 P’s (bauran pemasaran) yang terdiri dari product, price, place, dan promotion.

 

Sumber disarikan dari: www.marketingteacher.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *