Membangun KPK yang Lebih Efektif

Keberhasilan negara sejahtera diukur dari perspektif penciptaan nilai dan pertumbuhan. Negara dengan nilai indeks persepsi korupsi rendah sulit mencapai keadilan ekonomi/hukum bagi masyarakatnya, tidak kompetitif/inovatif, dan lambat bertumbuh. Karenanya peran KPK menjadi krusial sehingga keefektifannya menjadi keniscayaan. Secara intuitif ada tiga faktor yang perlu dicermati untuk membangun KPK yang lebih efektif: optimalisasi pergeseran fokus etika, melancarkan roda kerjasama dalam ekosistem integritas dan percepatan eksekusi.

Menggunakan piramida etika untuk melihat prioritas pemberantasan korupsi saat ini, bentuknya terbalik. Lapisan terbesar berfokus penindakan, bagian tengahnya pencegahan, dan area terkecil pembinaan. Ini lazim ditemukan pada negara-negara bernilai skor rendah dalam indeks persepsi korupsi. Namun KPK jangan sampai terjebak pada penegakan akibat bukan membereskan penyebabnya. Pembinaan harus bergeser menjadi fokus utama, pencegahan di tengahnya dan penindakan di lapisan terkecil. Pembinaan etika harus diformal/wajibkan sejak dini dari pendidikan dasar. Benih yang ditanam di tanah subur (baca:budaya etika yang kuat), akan bertumbuh menjadi pohon kuat, berbuah lebat, dan sulit roboh meski diterpa angin kencang (baca:godaan korupsi).

Integritas mesti dibangun dalam suatu ekosistem integritas yang saling bergantung di tingkatan institusi, korporasi dan individu. Pemerintah harus memformulasikan peraturan/kebijakan terkait korupsi secara holistik meliputi korporasi swasta dan mewajibkannya memiliki kode etik bisnis tertulis, terimplementasi dan terkendali. KPK tidak bisa bekerja sendirian, melainkan bersama semua elemen melancarkan roda ekosistem integritas.

Percepatan eksekusi menjadi instrumental bagi KPK dalam menjalankan program kerja jangka pendek/menengah/panjangnya. KPK harus berinovasi/mengantisipasi dengan mengeluarkan peraturan/kebijakan yang memungkinkan pencegahan sebelum tindakan korupsi dilakukan. Pemanfaatan segera analisis prediksi data besar memungkinkan penindakan tidak hanya berdasarkan pengaduan tapi dikembangkan dari data-data yang tersedia.

KPK telah berkontribusi, terbukti dari tingginya kepercayaan masyarakat, karenanya membangun KPK yang lebih efektif harus berkelanjutan. Pembinaan etika hendaklah menjadi utama walaupun outputnya jangka-panjang. Berikutnya melancarkan roda ekosistem integritas, sambil terus-menerus berinovasi dalam percepatan eksekusi program-kerjanya.

Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *